PEMBERIAN TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PENURUN KECEMASAN PADA PASIEN KANKER PAYUDARA DENGAN KEMOTERAPI DI RSPAU DR. S. HARDJOLUKITO
Keywords:
Terapi relaksasi progresif, kanker payudara, kemoterapi, kecemasanAbstract
Latar Belakang: Kanker payudara memiliki prevalensi tinggi di Indonesia
dengan kemoterapi sebagai terapi utama. Prosedur ini sering menimbulkan
efek samping, termasuk kecemasan yang dapat memengaruhi kondisi fisik,
efektivitas terapi, dan kualitas hidup pasien. Terapi non-farmakologis seperti
relaksasi otot progresif merupakan intervensi komplementer yang terbukti
efektif dalam menurunkan kecemasan pada pasien kanker payudara.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan
pendekatan pretest-posttest with control group. Sampel diambil secara
purposive sampling pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi
berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, sebanyak 46 responden pada
kelompok intervensi dan 46 responden pada kelompok kontrol. Intervensi
dengan relaksasi otot progresif dilakukan sebelum dan sesudah kemoterapi
selama 7–8 menit. Skor kecemasan diukur menggunakan Zung Self-Rating
Anxiety Scale (ZSAS) dan dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test
dan uji Mann Whitney.
Hasil : Rata-rata skor kecemasan pada pasien kanker payudara yang
menjalani kemoterapi sebelum dan sesudah dilakukan terapi relaksasi otot
progresif mengalami penurunan yang bermakna pada kelompok intervensi
(Z=-5,482; p=0,001) dan kelompok kontrol yang diberikan terapi melalui
leaflet (Z=-4,165; p=0,001). Ada perbedaan bermakna antara kelompok
intervensi dan kelompok kontrol dengan nilai signifikansi p=0,001 (p<0,05).
Kesimpulan: Ada pengaruh pemberian terapi relaksasi otot progresif
terhadap kecemasan pada pasien kanker payudara dengan kemoterapi.





